Senin, 27 April 2009

kemenangan Partai Aceh

Para Mantan GAM Kembali Berjaya……

Tanggal 9 april 2009 hari bersejarah bagi mantan Kombatan GAM yang telah tergabung dalam sebuah partai local di Aceh.

Partai Aceh (PA) mencatat kemenangan mutlak di dalam kancah pemilu legisatif yang berlangsung tanpa hambatan, dinamika politik menguatkan indikasi kemenganan bagi partai berwarna merah ini dengan mencatat kemengan hampir di semua kabupaten di bumi serambi mekkah ini.

Di kota banda aceh kemenangan PA mencapai 65%, kabupaten Pidie 55%,Kabupaten Pidie Jaya 90%, Bireun 98%,Aceh Utara 95%,Lhokseumawe 97%, disusul Aceh Timur 90%, Langsa 75%,Nagan Raya 80%, Aceh Barat Daya 75%, Aceh Selatan 75%, Simeulue 70%, Gayoe Lues 70%, Bener Meriah dan Aceh Tengah 48%,namun untuk wilayah Aceh Singkil dan Aceh Tenggara justru partai Golkar yang unggul (serambi Indonesia,11/april 09).

Jika di rata-ratakan menurut Quick Count Partai Aceh kemenangan PA di seluruh Aceh mencapai 70% untuk pemilihan anggota DPRA dan DPRK di propinsi ini.dengan pesentase kemenengan mutlak mengindikasikan partai ini menjadi harapan baru bagi perubahan social di aceh.

Kemenangan tersebut mengindikasikan dua factor stigma masyarakat terhadap mantan kombatan GAM yang pertama masyarakat menginginkan perdamaian abadi dengan memberikan kesempatan kepada mereka terlibat di legislative dan eksekutif yang kedua dukungan masyarakat yang semakin tinggi terdapap partai ini terutama rasa simpati dan pegaruh partai  semakin kuat di masyarakat.  

Menurut Mawardi Nurdin akademisi unsyiah kemenangan partai ini merupakan harapan perdamaian yang abadi di propinsi bekas konflik ini dengan kemenangan PA di harapkan dapat meneruskan perjuangan mereka melalui jalur politik sehingga pertumpahan darah dapat terelakkan.

Untuk mengukur pernyataan tersebut di perlukan sebuah survey yang mendalam di semua tingkatan responden pemilih namun secara sederhana kita dapat menemukan benang merah dari beberapa arena kampanye selama ini,dimana di beberapa kabupaten pantai Timur Aceh, kampanye PA lebih mendominais massanya di bandingkan partai-partai lain di Aceh.

Begitu juga kedatangan deklarator GAM hasan Tiro mengindikasikan pengaruh GAM di masyarakat Aceh masih sangat kuat, dimana massa menyambut baik sang deklarator tersebut, Hasan Tiro di ibaratkan seperti pahlawan bagi sebagian besar masyarakat aceh.dimana kedatangan ribuan massa di mesjid raya Baiturrahman untuk menyambut sang Herro dan iringan massa yang begitu padat ketika hasan tiro berkunjung ke setiap Kabupaten dan kota.

Fenomena tersebut menjadi salah satu indicator, sebagian besar masyarakat memilih PA bukan karena paksaan atau intimidasi, melainkan masih menaruh harapan besar bagi kelompok ini untuk dapat menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.

Kemenangan PA kali ini menarik di simak ternyata di daerah yang selama ini bukan basis PA dapat mencetak kemenangan signifikan, di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues rata-rata 50% suara masuk kebilik suara PA.

Fenomena tersebut memberikan gambaran yang jelas bagi kita semua bahwasanya sebagian besar masyarakat Aceh masih menaruh harapan yang besar terhadap kelompok ini .

Namun  indikasi kedua kemengan PA kali ini di sebabkan ada kekhawatiran dari sebagian besar masyarakat  akan buyarnya perdamaian yang sedang terbangun.masyarakat menilai kalau PA tidak menang mereka akan kembali ke hutan untuk meneruskan perjuangan bersenjata kurang relevan.

Konsekuensi logisnya di kuatkan oleh hasil monitoring e-Card sebuah NGO yang melakukan pemantauan hampir di seluruh titik pemungutan suara,tidak ada proses pemaksaan dan intimidasi dari kelompok tertentu, Berdasarkan pantauan relawan e-CARD, sangat sedikit terjadi penyimpangan atau masalah pada proses pemungutan dan penghitungan suara di sebagian besar TPS (74,1%). Sementara 19,5% relawan mengatakan bahwa penyimpangan atau masalah yang terjadi tidak cukup signifikan untuk mempengaruhi hasil akhir. Hanya 2,9% relawan yang menilai banyak terjadi penyimpang yang akan mempengaruhi hasil pemilu di TPS tersebut. Temuan ini didapat dari Sample Based Observation (SBO) yang dilakukan oleh e-CARD pada tanggal 9 April 2009.

 

Hanya sedikit ditemukan terjadi intimidasi yang berusaha mempengaruhi pemilih agar memilih salah satu partai/ calon tertentu (93,9%). Dan hampir semua proses di TPS (98,1%) berlangsung damai dan tanpa kekerasan.

Drs.Arusdi tokoh masyarakat Aceh di bagian barat memberikan komentar kemengangan PA di wilayah nya di sebabkan oleh kampanye partai ini yang dapat memperngaruhi pemilih dengan menjanjikan hasil alam aceh 70% akan dikelola oleh aceh kalau partai ini menang.bukan dengan paksaan dan intimidasi

namun M.Alimi tokoh masyarakat dari Pidie jaya memberikan komentar lain kemengana PA kali ini lebih di sebabkan oleh keinginan sebagian besar masyarakat aceh terhadap proses perdamaian ini, jikalau kelompok ini tidak menang bisa di bayangkan apa yang akan terjadi kedepan.

Namun terlepas dari semua itu kita dapat mengukur di beberapa kampanye PA berlangsung, banyak kader-kadernya berhamburan dilapangan lengkap dengan atribut dan baju partai, tidak hanya itu banyak tokoh masyarakat juga ikut dalam kegiatan-kegiatan kampanye PA apalagi bapak Gubernur Irwandi Yusuf menjadi bagian dari partai ini.

Kampanye PA yang selalu di penuhi oleh massa dan kedatangan Hasan Tiro di sambut ribuan pendukungnya menjadi indikasi menyakinkan kecintaan masyarakat terhadap kelompok ini masih sangat tinggi.

Hari ini PA mencatat kemengangan yang siginifikan tidak terlepas dari pengaruh kuat mereka di beberapa wilayah daerah ini, masyarakat aceh masih melihat kelompok ini sangat berpotensi untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di bandingkan partai lain.

Namun ada beberapa kelompok di masyarakat yang kecewa dengan kelompok GAM atau PA karena arogansi dan ekslusifisme masih menjadi bagian dari kehidupan beberapa anggotanya.hal itu tidak terlepas dari tingkat pedidikan sebagian besar anggota mereka masih di bawah rata-rata.

Fenomena tersebut memberikan lampu hijau kepada siapapun bahwasanya pengaruh GAM di aceh masih sangat kuat, terlepas masih adanya intimidasi dan kekhawatiran beberapa kelompok ketika tidak mendukung kelompok ini akan berdampak terhadap rusaknya perdamaian yang sedang bersemi.

Namun secara garis besar kita dapat melihat GAM masih di terima dengan baik di wilayah ini terutama masih di berikan kesempatan oleh masyarakat aceh di pemilu kali ini walaupun banyak kader-kader GAM di eksekutif masih belum berhasil  mensejahterakan rakyatnya.seperti Gubernur dari kalangan GAM, bupati Aceh Timur, Bupati Aceh Utara, Bupati Bireun, Bupati Aceh Pidie, Bupati Aceh Jaya dan walikota Sabang.secara umum ekonomi aceh masih di bawah rata-rata dari pertumbuhan nasional namun rakyat masih mentoleransi kegagalan tersebut karena banyak program eksekutif saat ini di kebiri oleh legislative.

Barangkali untuk tahun yang akan datang sudah tidak realistis lagi ketika pembangunan masih stagnan legislative menjadi kambing hitam karena parlemen juga sudah dari kelompok yang sama, kita lihat saja gebrakan pembangunan yang akan terjadi di Aceh pasca pemilu ini semoga lebih baik.

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar